SOSIALISASI PEMAHAMAN PERTANAHAN SE-KECAMATAN SIRIMAU

Pemetaan Bidang Tanah Menuju Desa/Kelurahan Lengkap Pada Kecamatan Sirimau Kota Ambon

Secara bertahap kecamatan Sirimau merupakan target Kantah Kota Ambon kali ini untuk pemetaan Desa/Kelurahan Lengkap, dengan tujuan salah satunya adalah meningkatkan kualitas Data Geo-KKP (Komputerisasi Kegiatan Pertanahan) Pada dasarnya Geo-KKP hampir sama dengan KKP, hanya saja dalam Geo-KKP lebih menekankan pada inventarisasi data spasial bidang tanah (pemetaan bidang tanahnya), karena Geo-KKP adalah KKP yang berbasis keruangan. Tujuan Geo-KKP adalah untuk menyusun data spasial pertanahan yang terintegrasi dan terstandart sehingga memudahkan dalam pengelolaan informasi pertanahan.  

Bertempat di Kantor Camat Sirimau hari ini Rabu 12 Juni 2019, dihadapan seluruh Kepala Desa, Lurah dan Staf Desa/Kelurahan se-Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kepala Kantor Pertanahan Kota Ambon, M. Togatorop, SH, MH bersama Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan, Joseph Labery, S.SiT dan Kepala Sub Seksi Penatagunaan Tanah dan Kawasan Tertentu, Rasantri, S.Tr menjadi narasumber  kegiatan Sosialisasi Pemahaman Pertanahan se-Kecamatan Sirimau terkait dengan Pemetaan Bidang Tanah menuju Desa/ Kelurahan Lengkap pada Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Pemetaan bidang tanah ini dilakukan dengan cara Geographical Index Mapping (GIM) dimana Kegiatan GIM harus dilakukan dengan checking dilapangan dan mengambil koordinat tiap bidang tanah sesuai dengan penunjukan batas oleh pemilik dan menunjukan bukti kepemilikan ha katas tanah (sertipikat), diprioritaskan untuk bidang-bidang tanah yang sudah bersertipikat tetapi belum masuk dalam system pemetaan KKP, untuk memperoleh desa/kel. lengkap juga bisa dilakukan tidak hanya untuk bidang tanah bersertipikat tapi bagi bidang tanah yang sudah dikuasai secara langsung tetapi belum bersertipikat untuk mengetahui potensi bidang tanah yang belum disertipikatkan dan untuk lingkup skala kecil dalam RT setiap desa/Kelurahan.

Bidang tanah yang terpetakan di Kecamatan Sirimau untuk dibeberapa desa/kelurahan masih dibawah 50% misalnya Kelurahan Honipopu masih 28% dari 1448 jumlah buku tanah sudah terpetakan 402 dan Belum terpetakan 954. Untuk Kelurahan Uritetu baru 26% dari jumlah buku tanah 468 sudah terpetakan 121 dan belum terpetakan 347 bidang. Sehingga pemetaan bidang tanah ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas data Geo-KKP, adapun juga keuntungan Pemetaan Desa/Kel. lengkap ini yaitu : Dapat dengan mudah menggambarkan bidan-bidang tanah yang ada dalam suatu desa/kel. dalam suatu peta tunggal, sehingga dapat digunakan untuk mengambil kebijakan strategis dan mencegah adanya tumpang tundih kepemilikan, dapat menggambarkan dan memetakan daerah yang berpotensi konflik dan masalah pertanahan dan membangun data base bidang tanah, kependudukan, pajak, dan tertib administrasi pembuatan SKT (Surat Keterangan Tanah) di masing-masing desa/kelurahan.